/home/perpus69/public_html/lib/SearchEngine/DefaultEngine.php:610 "Search Engine Debug 🔎 🪲"
Engine Type ⚙️: "SLiMS\SearchEngine\DefaultEngine"
SQL ⚙️: array:2 [ "count" => "select count(distinct b.biblio_id) from biblio as b left join mst_publisher as mp on b.publisher_id=mp.publisher_id left join mst_place as mpl on b.publish_place_id=mpl.place_id where b.opac_hide=0 and (b.biblio_id in(select bt.biblio_id from biblio_topic as bt left join mst_topic as mt on bt.topic_id=mt.topic_id where mt.topic like ?))" "query" => "select b.biblio_id, b.title, b.image, b.isbn_issn, b.publish_year, mp.publisher_name as `publisher`, mpl.place_name as `publish_place`, b.labels, b.input_date, b.edition, b.collation, b.series_title, b.call_number from biblio as b left join mst_publisher as mp on b.publisher_id=mp.publisher_id left join mst_place as mpl on b.publish_place_id=mpl.place_id where b.opac_hide=0 and (b.biblio_id in(select bt.biblio_id from biblio_topic as bt left join mst_topic as mt on bt.topic_id=mt.topic_id where mt.topic like ?)) order by b.last_update desc limit 10 offset 10" ]
Bind Value ⚒️: array:1 [ 0 => "%SKRIPSI/KTI D-III GIZI%" ]
Remaja merupakan suatu masa transisi, yakni perpindahan dari masa kanak-kanak menuju masa dewasa dan memiliki peran yang sangat penting dalam pencapaian cita-cita bangsa di masa yang akan datang. Pola makan merupakan kesesuaian jumlah, jenis makanan dan frekuensi yang dikonsumsi setiap hari atau setiap kali makan dan faktor-faktor yang mempengaruhi pola makan seperti ekonomi, sosial budaya…
Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Tristanti (2018), yang menunjukan hanya terdapat 30% ibu yang mempunyai pengetahuan baik tentang MP-ASI. Begitupula dengan penelitian yang dilakukan oleh Lestari (2019), yang menunjukkan pemberian MP-ASI paling banyak yaitu pada usia
Bahan tambahan pangan (BTP) seperti penyedap merupakan bahan yang selalu dibutuhkan oleh masyarakat untuk meningkatkan cita rasa makanan. Penggunaan bahan tambahan sintesis yang berlebihan dan dalam jangka waktu yang sering, dapat mengakibatkan kerugian terhadap kesehatan di masa mendatang. Oleh karena itu, perlu dicari bahan alternatif yang berasal dari alam untuk menggantikan fungsi MSG …
Ikan mengandung protein tinggi dengan dominansi asam glutamate maka ikan dapat dijadikan bahan pembuatan penyedap rasa alami yang aman dikonsumsi masyarakat dan mengandung nilai gizi yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk pengetahui umur simpan Penyedap madidihang dengan menggunakan metode Extended strotage studies (ESS) untuk melihat sensorik rasa, warna, aroma, dan terkstur dengan cara p…
Kerupuk merupakan salah satu makanan ringan yang dikonsumsi sebagai makanan selingan atau sebagai makanan pelengkap makanan reguler. Umumnya kerupuk merupakan sumber karbohidrat sehingga diperlukan peningkatan nilai gizinya terutama kandungan protein dan serat. Kerupuk tinggi akan nilai gizi karbohidrat namun rendah protein maka dari itu dicampurkan dengan ikan yang memiliki nilai protein …
Stik ikan adalah salah satu makanan ringan (makanan cemilan) berbahan dasar ikan yang digoreng dengan rasa asin atau gurih, teksturnya keras dan renyah, berbentuk batang panjang dan mengembang dengan warna kuning kecoklatan. Pemilihan jagung sebagai bahan substitusi produk olahan stik ikan tuna bukan tanpa alasan. Alasan yang paling utama adalah untuk penambahan nilai gizi karbohidrat yang terd…
Status gizi merupakan keadaan yang diakibatkan oleh keseimbangan antara asupan zat gizi dari makanan dengan kebutuhan zat gizi yang diperlukan untuk metabolisme tubuh. Setiap individu membutuhkan asupan zat gizi yang berbeda antar individu, tergantung pada usia orang tersebut, jenis kelamin, aktivitas tubuh dalam sehari, dan berat badan.
Anemia merupakan masalah gizi utama yang dijumpai pada remaja wanita di dunia maupun di Indonesia, angka anemia gizi besi di Indonesia sebanyak 72,3%. Anemia defisiensi besi adalah penurunan kondisi kadar hemoglobin. Program pemerintah yang direncanakan untuk menanggulangi anemia gizi pada remaja putri adalah program pemberian tablet Fe.
Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2013 mencatat prevalensi status gizi pada balita di Indonesia yang status gizi sangat pendek atau pendek turun dari 37,2%, pada (Riskesdas) 2018 proporsi status gizi sangat pendek atau balita pendek turun menjadi 30,8% dengan Indikator sangat pendek : TB/U
Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2013 menunjukkan bahwa prevalensi status gizi pada balita di Indonesia yang Status gizi dewasa penduduk berumur > 18 tahun terdiri dari (1) Status gizi menurut Indeks Masa Tubuh (IMT) dan kecenderungan komposit TB dan IMT/U: (2) status gizi menurut lingkar perut (LP): (3) Risiko kurang energi kronis (KEK) wanita usia subur wanita hamil dan tidak hamil: (4…