Text
HUBUNGAN KEJADIAN STUNTING DENGAN PERKEMBANGAN ANAK USIA 4-5 TAHUN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PERAWATAN JAMBULA KOTA TERNATE
Stunting merupakan masalah kesehatan masyarakat utama di Indonesia. Presentasi
status gizi balita pendek di Indonesia Tahun 2013 mencapai 37,2 %, angka ini lebih besar
dari Tahun 2010 sebesar 35,6 % dan Tahun 2017 sebesar 36,8 %, tidak menunjukkan
penurunan/perbaikan yang signifikan (Balitbang,2013). Stunting di Kota Ternate
mencapai 24 % pada tahun 2018, angka ini masih tinggi jika dibandingkan dengan standar
prevalensi balita pendek menurut WHO. Berbagai upaya dilakukan untuk mencegah
stunting salah satunya yaitu dengan pelaksanaan kelas ibu hamil sehingga pada tahun
2019 terjadi penurunan 3 % (Profil Dinkes Kota Ternate,2018). Dampak buruk yang
dapat ditimbulkan oleh masalah gizi pada periode tersebut, dalam jangka pendek adalah
terganggunya perkembangan otak, kecerdasan, gangguan pertumbuhan fisik dan
gangguan metabolism dalam tubuh. Sedangkan dalam jangka panjang akibat buruk yang
dapat ditimbulkan adalah menurunnya kemampuan kognitif dan prestasi belajar,
menurunnya kekebalan tubuh sehingga mudah sakit dan risiko tinggi untuk munculnya
penyakit diabetes, kegemukan, penyakit jantung dan pembuluh darah, kanker, stroke dan
disabilitas pada usia tua, serta kualitas kerja yang tidak kompetitif yang berakibat pada
rendahnya produktivitas ekonomi (Kemenkes, 2016).
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain