Text
PENGARUH KEPATUHAN DISCHARGE PLANNING TERHADAP GAMBARAN NILAI KREATININ PASIEN HEMODIALISA DI RSUD dr.H.CHASAN BOESOIRIE TERNATE
Kondisi gagal ginjal dapat terjadi ketika ginjal tidak dapat bekerja dengan baik, sampah sisa
metabolisme dari apa yang dimakan dan diminum akan menumpuk di dalam tubuh
karena tidak dapat dikeluarkan ginjal, hal inilah mengapa gagal ginjal terminal yang
menjalani hemodialisa harus memperhatikan banyak hal sehingga kondisi pasien bisa
menjadi lebih baik. Cuci darah atau Hemodialisa adalah suatu proses pembersihan
darah dengan menggunakan alat yang berfungsi sebagai ginjal buatan (dialyzer) dari
zat-zat yang konsentrasinya berlebihan di dalam tubuh. Zat-zat tersebut dapat
berupa zat yang terlarut dalam darah, seperti toksin ureum dan kalium, atau zat
pelarutnya, yaitu air atau serum darah. Sehingga perlunya diterapkan discharge
planning kepada pasien untuk menjaga kondisi pasien tetap stabil meskipun secara rutin
menjalani hemodialisa. Tujuan dari penelitian ini adalah ntuk melihat gambaran nilai
kreatinin pada pasien gagal ginjal yang melakukan hemodialisa di RSUD dr. H.
Chasan Boesoirie Ternate Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif jenis
penelitian ini adalah quasi-eksperimen dengan desain kelompok intervensi dan kelompok
kontrol. Sampel berjumlah 32 orang (total sampling) dengan purposive sampling yang
dibagi pada kelompok intervensi 16 orang dan kelompok kontrol 16 orang. Instrumen
yang digunakan pada penelitian ini adalah format cheklist observasi discharge planning.
Data dianalisa menggunakan uji man whithney t test. Penelitian ini menghasilkan temuan
secara statistik bahwa nilai Asymp.Sig (2-tailed) sebesar 0.318 atau lebih besar dari
nilai baku p value >0,05, sehingga dapat dikatakan bahwa tidak ada perbedaan
nilai kreatinin yang signifikan dari dua kelompok tersebut (intervensi dan
kontrol).
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain