Text
PENGGUNAAN GARAM KONSUMSI SEBAGAI REAGEN ALTERNATIF DETEKSI TELUR CACING METODE FLOTASI
Dhini Dwiardanti. Penggunaan Garam Konsumsi Sebagai Reagen Alternatif
Deteksi Telur Cacing Metode Flotasi (Dibimbing Oleh Rony Puasa)
Latar Belakang: Garam merupakan salah satu bahan kimia yang sering digunakan
dalam keluarga sebagai penyedap masakan ataupun sebagai pengawet
makanan.Secara fisik, garam adalah benda padatan berwarna putih berbentuk
Kristal.Bahan penyusun utama dari garam adalah Natrium Clorida (NaCl). Selain
NaCl zat-zat lain yang sering terdapat dalam garam atau mengotori garam adalah
CaSO4 MgSO4 MgCl2 dan lain-lain. Identifikasi telur cacing dapat dilakukan dengan
beberapa metode yakni metode secara langsung dan metode secara tidak langsung.
Metode langsung yang biasa menggunakan larutan Eosin 2%, sedangkan metode
tidak langsung meliputi metode Flotasi, Sedimentasi, Teknik Kato, dan Suzuki.
Metode flotasi sering digunakan pada penelitian atau survey penyakit kecacingan
metode ini mudah dilakukan dan memiliki kelebihan yakni ; dapat mengidentifikasi
telur cacing dengan tingkat infeksi yang masih ringan dan juga dapat memisahkan
antara kotoran dengan telur cacing sehingga dapat lebih mudah dalam proses
identifikasi. Untuk membuat larutan NaCl pada metode flotasi biasa menggunakan
konsentrasi 33%. Tujuan: Untuk mengidentifikasi telur cacing nematode usus
menggunakan metode flotasi pada konsentrasi 27% dan 28%. Metode: Metode
penelitian yang digunakan adalah metode flotasi dan jenis penelitian ini adalah
deskriptif eksperimen laboratorium Hasil: Berdasarkan hasil pemeriksaan dua merek
garam konsumsi dengan konsentrasi 27% dan 28% merek garam M dan R terjadi
flotasi atau pengapungan telur cacing Trichiuris trichiura dan Ascaris lumbricoides
Kesimpulan: Garam konsumsi merek M dan R dengan konsentrasi 27% dan 28%
dapat mengapungkan telur cacing nematoda usus spesises Trichiuris trichiura dan
Ascaris lumbricoides.
Tidak tersedia versi lain