Electronic Resource
Implementasi Komunikasi dalam Pengendalian Tuberkulosis Paru Studi Kasus: Puskesmas Siko dan Kalumata Kota Ternate
Tuberkulosis (TB) adalah suatu penyakit menular langsung yang diakibatkan
oleh kuman Mycobacterium tuberculosis. Pada tahun 2017 Global Report
melaporkan bahwa kasus baru TB sebesar 6,3 juta, setara dengan 61% dari
insiden tuberkulosis (10,4 juta). Tuberkulosis tetap menjadi 10 penyebab
kematian tertinggi di dunia dan kematian tuberkulosis secara global
diperkirakan 1,3 juta pasien. Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui
Implementasi Komunikasi dalam Pengendalian Tuberkulosis Paru
Puskesmas Siko dan Kalumata Kota Ternate. Metode Penelitian yang
digunakan dalam penelitian ini adalah mix method. Lokasi penelitian
bertempat di wilayah kerja Puskesmas Siko dan Kalumata. Adapun informan
dalam penelitian ini adalah Kepala Puskesmas Kepala Kantor Kecamatan
Kepala Kelurahan, Tokoh Agama, Tokoh masyarakat, Kader Kesehatan dan
Pasien TB. Komunikasi memiliki peran penting dalam pengendalian TB Paru,
berbagai program secara terstruktur dari tingkat global WHO hingga regional
pemerintah kota berusaha hal ini kemudian diduplikasi dan dijalankan di
wilayah kerja Puskesmas Siko dan Kalumata. Secara deskriptif hasil
penelitian implementasi komunikasi secara umum menujukkan bahwa
kategori kurang baik sebanyak 48.0% dan cukup baik 52.0%. Tidak ada
perbedaan nilai rerata komunikasi antara dua wilayah kerja puskesmas Siko
dan Kalumata selain itu dibutuhkan pendekatan komunikasi yang lebih
inovatif dan menyentuh masyarakat agar bisa secara mandiri berusaha turut
mengendalikan TB Paru baik dengan patuh terhadap pengobatan, maupun
turut andil dalam pencegahan peningkatan kasus baru.
Kata Kunci: Tuberkulosis (TB), komunikasi, pengendalian
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain