Electronic Resource
Perbandingan Berbagai Mikroorganisme Lokal (Mol) Pada Proses Pengomposan Secara Anaerobik
Sampah adalah limbah yang bersifat padat terdiri dari zat organik dan zat anorganik yang dianggap
tidak berguna dan harus dikelola. Pengomposan merupakan suatu metode mengkonversikan bahan-
bahan organik menjadi bahan yang lebih sederhana dengan menggunakan aktivitas mikroba. MOL yaitu
sekumpulan mikroorganisme yang berfungsi sebagai “starter” dalam pembuatan kompos organik.
Dalam penelitian ini yang menjadi pembahasan adalah Perbandingan kemampuan berbagai
Mikroorganisme lokal (MOL) pada proses Pengomposan secara Anerobik. Tujuan penelitan ini
diharapkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat dalam pemanfaatan sampah. Jenis penelitian
ini adalah experimental yaitu perbandingan yang bertujuan untuk mengetahui lama waktu
pengomposan dan jumlah kompos yang dihasilkan. Lokasi penelitian dilaksanakan di Kelurahan Sangaji.
Sampel penelitian adalah sampel berbagai macam mikroorganisme lokal. Jenis sampah yang digunakan
yaitu sampah organik seperti buah-buahan, sayur, sisa makanan dan campuran sampah organik lainnya
masing-masing sebanyak 20 kg. Pengomposan yang paling cepat antara ke 5 bumbu kompos dan
kontrol untuk lama waktu pengomposan yang paling cepat ialah MOL nasi basi yaitu 10 hari dan jumlah
kompos yang dihasilkan paling banyak ialah MOL terasi yaitu sebanyak 6 Kg. Lama waktu yang di
butuhkan untuk ke 5 bumbu kompos dan kontrol yaitu ± 1-2 minggu.
Kata kunci: Aanerob, mikroorganisme lokal, sampah organik
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain