Electronic Resource
Hubungan Asupan Makanan Sumber Protein dan Vitamin C dengan Proses Penyembuhan Luka Pasien Diabetes Mellitus Tipe 2 di Diabetes Center Kota Ternate
Diabetes Melitus merupakan kelainan metabolik yang juga dikenal sebagai penyakit gula atau
kencing manis, suatu kondisi yang ditandai dengan hiperglikemia atau terhadinya peningkatan kadar gula darah yang berlangsung secara terus – menerus terutama setelah makan karena kekurangan
insulin yang diproduksi oleh kelenjar pankreas atau ketidakmampuan beberapa sel untuk menggunakan insulin. Kota Ternate merupakan Kota dengan prevalensi diabetesi terbesar dibandingkan 9 Kabupaten/Kota di Maluku Utara yaitu 2,9%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan makanan sumber protein dan vitamin C dengan penyembuhan luka pasien DM tipe 2. Jenis penelitian non eksperimen dengan desain korelasional (Corelation Research). Hasil yang diperoleh bahwa Jumlah asupan protein tertinggi responden berada pada kategori kurang yaitu sebanyak 18 orang (60%) dan rendah adalah asupan lebih yaitu hanya 1 orang (3,3%). Asupan vitamin C tertinggi pada kategori kurang yaitu sebanyak 18 orang (60.%) dan jumlah terendah adalah sebanyak 12 orang (40%). jenis protein yang banyak di konsumsi adalah jenis asupan protein hewani yaitu sebanyak 29 orang (96,7%) dan hanya 1 orang (3,3%) yang mengkonsumsi jenis protein nabati. Asupan Jenis Vitamin C terbanyak adalah sayur dan buah yaitu sebanyak 14 orang (46,7%), sedangkan yang paling rendah adalah responden mengkonsumsi buah sebanyak 6 orang (20%). Dapat disimpulkan bahwa Tidak Ada hubungan antara asupan protein, jenis protein, asupan
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain