Text
HUBUNGAN POLA MAKAN DAN KEJADIAN OBESITAS PADA REMAJA
Permasalahan di Indonesia mengenai gizi pada zaman modern hingga kini masih menjadi suatu persoalan yang kompleks. Penyakit obesitas ini dapat terjadi di usia anak-anak, remaja dan dewasa. Permasalahan pada remaja yaitu kegemukan atau obesitas merupakan persoalan yang serius dikarenakan dapat berlanjut hingga usia dewasa yang beresiko lebih tinggi untuk menderita penyakit stroke, hipertensi, jantung, dan diabetes. Prevalensi obesitas pada remaja usia 13-15 tahun sebesar 16,0% dan pada remaja usia 16-18 tahun sebesar 13,5%. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pola makan dan kejadian obesitas pada remaja. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskritif dengan desain penelitian cross setional dengan melakukan penelusuran dalam studi literatur jurnal yang digunakan dari tahun 2010 hingga 2020. Hasil penelitian terdapat 7 jurnal yang dijadikan studi literatur kemudian dianalisis. Pola makan pada remaja diperoleh dari jenis, jumlah dan frekuensi makan. Jumlah makanan yang dikonsumsi harus menyeimbangkan jumlah energi yang dikeluarkan. Jika jumlah kalori yang masuk lebih besar dari energi yang dikeluarkan maka remaja tersebut akan mengalami obesitas. Kesimpulan dari hasil penelitian ini adalah pola makan pada remaja diperoleh dari asupan zat gizi makro dan ditentukan oleh besarnya asupan yang dikonsumsi setiap harinnya. Pola makan yang tidak baik dapat menyebabkan remaja obesitas, dan dampak obesitas yang langsung dirasakan remaja yaitu radang di tulang dan persendian akibat beban berat yang berlebihan yang ditopang sendi atau tulang kaki.
Tidak tersedia versi lain