Text
HUBUNGAN ANEMIA PADA IBU HAMIL DENGAN BERAT BAYI LAHIR DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS GRABAG II KABUPATEN MAGELANG TAHUN 2016
ABSTRAK
Latar belakang : Gagal Ginjal kronik (GGK) merupakan perkembangan gagal ginjal yang progresif dan lambat biasanya berlangsung selama beberapa tahun, ginjal akan kehilangan kemampuannya untuk mempertahankan volume dan kompisisi cairan tubuh. Perjalanan penyakit ginjal stadium akhir dianggap terminal dapat bervariasi dari 2-3 bulan hingga 30-40 tahun. Hemodialisis dilakukan terhadap pasien dengan penurunan fungsi ginjal berat, di mana ginjal tidak mampu lagi mengeluarkan produk-produk sisa metabolisme, mempertahankan keseimbangan cairan elektrolit serta memproduksi hormone-hormon, mengakibatkan penumpukan bahan buangan dalam tubuh berupa sampah nitrogen.
Tujun penelitian : Mengetahui hubungan antara asupan protein dengan kadar ureum dan keratin pada pasien gagal ginjal kronik yang sedang menjalani hemodialisa di Unit Hemodialisa RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta.
Metode Penelitian : Jenis penelitian deskriptif analitik dengan menggunakan desain cross sectional, yang dilakukan di RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta pada bulan agustus 2016. Populasi dalam penelitian adalah semua penderita gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisa, sedangkan subjek penelitian diambil berdasarkan kriteria inklusi : Bersedia ikut dalam penelitian, berusia 30-60 tahun.
Hasil : Berdasarkan uji korelasi spearmans diketahui p = 0,438 (p>0,05), berarti tidak ada hubungan asupan protein dengan kadar ureum darah. Dan p=0,205 (p>0,05), berarti tidak ada hubungan asupan protein dengan kadar kreatinin darah.
Kesimpulan : Tidak ada hubungan asupan protein dengan kadar ureum dan asupan protein dengan kadar kreatinin pada penderita gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisa di unit hemodialisa RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta.
Kata Kunci : Asupan protein, ureum dan Kreatinin.
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain