Text
PEMBERIAN BAHAN MAKANAN TINGGI SERAT DAN TERAPI EDUKASI GIZI TERHADAP KADAR GLUKOSA DARAH PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 RAWAT JALAN DI RSU GMIM PANCARAN KASIH MANADO
Penyakit diabetes melitus telah menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat global. Saat ini prevalensi meningkat di Indonesia, salah satu penyebabnya yang sangat nampak yaitu perubahan gaya hidup dan faktor keturunan. Peningkatan penyakit diabetes melitus di indonesia perlu mendapatkan penanganan yang baik. Memberikan edukasi dan pemberian asupan serat bagus
untuk menurunkan kadar glukosa darah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan glukosa darah penderita sebelum dan sesudah diberikan edukasi gizi dan asupan serat buah. Jenis penelitian ini adalah quasy eksperiment dengan rancangan pre test dan post test one-group design dengan besar sampel menggunakan rumus Lemeshow diperoleh 14 responden yang memenuhi kriteria inklusi dan ekslusi. Pengambilan data dengan menggunakan food recall 24 jam, dan kadar glukosa darah yang diperoleh dari pemeriksaan menggunakan nesco multy test. Analisa
data menggunakan analisis t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 14 responden, sebagian besar responden memiliki kadar glukosa darah yang tinggi sebelum diberikan bahan makanan tinggi serat dengan rata-rata kadar glukosa darah 273 mg/dl dan sesudah diberikan makanan tinggi serat rata-rata kadar glukosa darah pasien 246 mg/dl. Rata-rata asupan serat sebelum diberikan edukasi 6,02 gram/hari dan rata-rata sesudah diberikan edukasi 13,71 gram/hari. Hasil analisis wilcoxon diperoleh hasil terdapat perbedaan sebelum dan sesudah dilakukan pemberian makanan tinggi serat dimana terdapat penurunan glukosa darah p=0,008 (>o 0,05) dan peningkatan asupan serat responden dengan nilai p=0,000 (< α 0,05). Kesimpulan, terdapat perbedaan glukosa darah dan asupan serat sebelum dan sesudah diberikan makanan tinggi serat dan edukasi gizi.
Kata kunci: Makanan Tinggi Serat, , Edukasi Gizi, Diabetes melitus
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain